Skip to content

Titik Tema

Beragam Informasi

Menu
  • Bisnis
  • Fashion
  • Finance
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Kecantikan
  • Kuliner
  • Tekno
  • Travel
Menu

Popularitas, Apa Dampak Baik dan Buruknya?

Posted on September 9, 2022 by admin

Popularitas berarti keadaan disukai, diterima, atau diakui oleh banyak orang, dikutip dari Britannica Dictionary.

Adapun mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia popularitas berarti perihal populer dan kepopuleran.

Mengutip Psychology Today, terdapat beberapa cara untuk mendapat popularitas.

1.

Menjalin hubungan Rasa memiliki menjadikan diri sangat berarti bagi orang lain.

Mengembangkan setidaknya beberapa hubungan yang cukup untuk merasa dipandang dan diterima.

Cara ini bisa menjadi sukarelawan, mentor, atau komunitas dengan hobi dan minat yang sama.

Pengembangan hubungan yang konsisten atau menerima undangan dari orang lain dengan jadwal yang memungkinkan.

2.

Tahu batasan diri Tanpa disadari, naluri alami setiap orang untuk mendapat pujian sosial yang menyebabkan pengambilan keputusan buruk.

Misalnya, membeli barang-barang konsumtif hingga melakukan berbagai hal yang konyol hanya demi pujian di media sosial.

Rasa haus pujian hanya akan cepat berlalu dan sering bercampur dengan ketakutan untuk tidak diterima dan frustrasi yang kompleks.

Perlu penetralan secara berkala seperti membatasi pemakaian media sosial.

3.

Keaktifan Jika ada orang yang tidak berbicara selama percakapan secara berkelompok, ada baiknya menanyakan apakah ia ingin berbagi perspektif.

Sebab, sikap mau menerima dalam kelompok meningkatkan popularitas dan berdampak rasa memiliki dan keterlibatan dari orang lain.

Walau dianggap baik untuk seseorang, tapi popularitas juga bisa menjadi bumerang yang berdampak negatif.

Mengutip Psychology Today, anak-anak dan orang dewasa yang dianggap memiliki popularitas akan mendapat lebih banyak perhatian dan pengaruh terhadap orang lain.

Tapi, orang yang memiliki popularitas biasanya rentan mengalami rasa kesepian, kecemasan.

Merujuk publikasi Whatever Happened to the ‘Cool’ Kids?, anak-anak paling populer di sekolah dasar hingga menengah sering terjebak pada masa remaja.

Sebab pujian sosial menjadi indikator kebahagiaan, sehingga mereka gagal untuk beradaptasi dengan tuntutan dan nilai-nilai yang berlaku pada masa dewasa.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Aksesoris yang Sering Ditambahkan pada Honda PCX Agar Lebih Nyaman dan Stylish
  • Bagaimana Ciri-ciri Perusahaan yang Bonafit?
  • Sunset Beach Club Bali yang Kids Friendly
  • Apa Kemampuan yang Harus Ditingkatkan agar Mendapat Pekerjaan?
  • Sistem Maintenance Modern di PT Gaya Motor: Dari Preventive hingga Predictive Maintenance
  • Tren dan Inovasi dalam Pembayaran Online yang Wajib Diketahui Pelaku Bisnis

Kategori

  • AC
  • Bisnis
  • Fashion
  • Finance
  • Gaya
  • Jasa
  • Kecantikan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • kulkas Sharp 2 pintu
  • Otomotif
  • Politik
  • Saham
  • Seleb
  • Tekno
  • Tips dan Trik
  • Travel
  • Uncategorized

Arsip

  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022

Laman

  • About Us
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kabar Notasi Ragam Mesin Banua Ulasan Inspirasi Pintar Kapten Mesin Festival
©2025 Titik Tema | Design: Newspaperly WordPress Theme